Cerita Sekolah di SMK Jurusan TKJ (Pengalaman)
Cerita pengalaman daftar dan diterima di sekolah SMK program studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tahun 2012.
Setelah menamatkan SMP/MTsN, kita akan memasuki babak pendidikan selanjutnya yakni SMA/SMK sederajat. Apalagi kalau sekolahnya itu salah satu sekolah terpopuler dan terfavorit, semangat banget dong! ๐
Ceritanya setelah lulus SMP, pilihan dan harapan saya hanya ada dua (2).
Pertama, pilih daftarkan diri ke sekolah SMA (dan berharap bisa masuk jurusan IPA); atau daftar sekolah di SMK lalu masuk jurusan ilmu komputer, entah itu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) atau Multimedia (MM).
Singkat cerita, nilai NEM saya gak mencukupi untuk bisa diterima di SMA favorit yang saya idam2kan dari dulu.
Fyi! Jujur awalnya nama saya terdaftar jelas di mading SMA favorit tsb sebagai calon siswa yang bisa diterima. Tapi keesokan harinya nama saya digeser oleh calon siswa lainnya yang punya NEM lebih tinggi.
Akhirnya harapan saya cuma satu yakni semoga diterima di SMK.
O iya! SMK ini termasuk SMK terfavorit dan terpopuler di kota ini. Masih yang terbaik juga sampai sekarang ๐
Singkat cerita, alhamdulillah NEM saya mencukupi dan diterima. Kalau tidak salah masuk 20 besar di antara banyaknya siswa yang terdaftar.
Saya masih ingat, tahun 2009, malam sebelum hari H, saya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan biar paginya gak repot/riweuh.
Sesampainya di sekolah, saya lihat antrian pendaftaran sudah cukup panjang. Saya masih ingat betul bagaimana pemandangan di sekolah pada hari itu.
Ada yang ditemani keluarganya, ada yang daftar sendirian seperti saya, nongkrong di kantin, ada juga beberapa orang tua yang sedang mengobrol, dan banyak aktifitas lainnya.
Nah, setelah lama mengantri, akhirnya giliran saya!
Di sini berkas saya diminta oleh guru pengawas untuk dicek. Alhamdulillah tidak ada yang kurang sama sekali. Di sini pula dijelaskan bahwa pengumuman kelulusan calon siswa akan diumumkan minggu depan sejak hari itu.
Hari itu pun tiba! ๐ Cemas dan takut, pastinya... karena saya hanya mendaftarkan diri di dua (2) sekolah. Yang SMA gagal, usahakan yang SMK jangan gagal juga. Kalau SMK juga gagal diterima, 100% di tahun itu saya gak sekolah sama sekali. Rugi umur dan waktu 1 tahun penuh! ๐
Oke, inilah momennya! Begitu cek mading sekolah, dengan suasana hati harap2 cemas (H2C), alhamdulillah ya Allah saya diterima di SMK 1 ๐
Kebetulan hari senin merupakan hari pertama kami masuk sekolah. Tentu dong ada yang namanya upacara hari senin.
Saya inget banget tuh! Di pertengahan prosesi upacara, bapak kepala sekolah yang menjabat sebagai pembina upacara menerima dan mengenalkan sekolah pada kami secara formal.
Setelahnya, semua siswa dibagi per kelompok dan diospek/plonco (pelonco) oleh kakak2 paskibraka.
O iya, pada momen ospek gak ada istilah pakai pakaian2 tertentu misalnya pakai topi sawah, ornamen2 aneh, papan nama (name tag), pita, tas dari karung goni, dsb. Gak ada dong, ya! ๐
Di hari terakhir ospek, seluruh siswa kelas satu (1) diwajibkan mengikuti wajib pramuka (wapra), di mana kita diharuskan menginap 2 hari 1 malam di sekolah.
Masing2 kelompok terdiri dari 8 hingga 10 orang, di mana masing2 anggota diwajibkan membawa peralatan hidup dari rumah seperti peralatan dapur, beras, air galon, mie kemasan, minyak, cabe, bawang, tomat, dan lainnya.
Pokoknya seru banget, kayak main rumah2an atau berkemah!
Teman2 harus tahu nih! Di pertengahan prosesi ospek sekolah selama 1 minggu, kita semua diberikan selembar formulir untuk diisi oleh orang tua, di mana isinya berkaitan erat dengan profil orang tua kita.
Tepat keesokan harinya, satu per satu siswa dipanggil ke depan kelas untuk diwawancara (interview).
O iya, saya pilih jurusan TKJ sebagai pilihan pertama; sedangkan MM sebagai opsi cadangan apabila pilihan pertama ditolak.
Karena bidang keahlian TKJ mewajibkan siswanya membeli laptop, wajar apabila ada kolom pertanyaan "berapa penghasilan (gaji) orang tua kita". Jangan terkejut ya!
Pada intinya, para guru hanya ingin memastikan apakah orang tua kita mampu beli laptop atau tidak, karena di jaman itu harga laptop sangat mahal. Percuma ngebet masuk jurusan IT tapi orang tua belum mampu memfasilitasinya. Iya, kan?
O iya, nyatanya pihak sekolah juga meringankan beban kita apabila kita memang ngotot mau masuk jurusan IT tapi uang beli laptop belum cukup.
Waktu jaman saya dulu sih cuma diberi waktu 3 bulan untuk beli laptop. Semisal lewat 3 bulan laptop belum terbeli juga, maka harus pindah ke jurusan yang tidak berhubungan dengan ilmu komputer.
Sebenarnya, rasa keinginan untuk bisa masuk ke jurusan ilmu komputer hanya bisa saya pendam karena berhasil atau gagalnya seorang siswa masuk ke jurusan yang diinginkan, ditentukan oleh guru yang memiliki hak prerogatif.
Bagi teman2 yang penasaran, boleh banget baca cerita lengkapnya di sini: Interview Masuk Jurusan TKJ di SMK.
Selesai upacara senin pagi, seluruh murid baru kelas 1 (satu) diwajibkan berkumpul di tengah lapangan sekolah.
Di sinilah nama siswa dipanggil satu per satu.
Di momen ini senangnya luar biasa, alhamdulillah. Akhirnya saya bisa masuk ke jurusan yang saya inginkan.
O iya! Karena bingung soal TKJ, saya sempat cari2 tahu di Google dan bertanya2 ke abang/kakak kelas (kating) tentang apa itu jurusan TKJ, apa saja yang dipelajari, seberapa sulit pelajarannya, dan banyak lagi.
Pada intinya jurusan TKJ sesuai sekali dengan hati saya ๐
O iya, alasan kenapa saya gak ambil jurusan Multimedia (MM) karena saya gak suka konten digital seperti desain grafis, animasi, fotografi, desain media, dan semacamnya.
Jika di SMA ada IPA dan IPS, maka di SMK ada yang namanya Kejuruan.
Jurusan IPA dan IPS dibagi dan/atau ditetapkan pada saat memasuki kelas 2 (dua) sekolah, sedangkan jurusan di SMK dibagi dan/atau ditetapkan pada saat siswa baru memasuki hari pertama sekolah. Kenapa? Alasannya agar murid baru di SMK bisa fokus sedari awal masuk sekolah.
Contohnya saya yang diterima di jurusan TKJ. Nantinya kelas saya akan seperti ini: 1 TKJ 1, 2 TKJ 1, dan 3 TKJ 1.
O iya, perbedaan SMA dan SMK lainnya yakni:
Jika dilihat dari perbandingan di atas, lulusan SMK lebih gampang diterima di tempat kerja meski baru saja lulus. Toh, memang prospek ke depannya "siap bekerja" tanpa harus kuliah dulu.
Jadi itulah pengalaman saya tentang cara daftar dan sekolah di SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
source: google maps
Setelah menamatkan SMP/MTsN, kita akan memasuki babak pendidikan selanjutnya yakni SMA/SMK sederajat. Apalagi kalau sekolahnya itu salah satu sekolah terpopuler dan terfavorit, semangat banget dong! ๐
Ceritanya setelah lulus SMP, pilihan dan harapan saya hanya ada dua (2).
Pertama, pilih daftarkan diri ke sekolah SMA (dan berharap bisa masuk jurusan IPA); atau daftar sekolah di SMK lalu masuk jurusan ilmu komputer, entah itu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) atau Multimedia (MM).
O iya, di tahun 2009 waktu itu belum ada jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) maupun Teknik Telekomunikasi.
Singkat cerita, nilai NEM saya gak mencukupi untuk bisa diterima di SMA favorit yang saya idam2kan dari dulu.
Fyi! Jujur awalnya nama saya terdaftar jelas di mading SMA favorit tsb sebagai calon siswa yang bisa diterima. Tapi keesokan harinya nama saya digeser oleh calon siswa lainnya yang punya NEM lebih tinggi.
Harapan itu pun pupus ๐
Akhirnya harapan saya cuma satu yakni semoga diterima di SMK.
O iya! SMK ini termasuk SMK terfavorit dan terpopuler di kota ini. Masih yang terbaik juga sampai sekarang ๐
Singkat cerita, alhamdulillah NEM saya mencukupi dan diterima. Kalau tidak salah masuk 20 besar di antara banyaknya siswa yang terdaftar.
Ceritanya Bermula dari Sini...
Saya masih ingat, tahun 2009, malam sebelum hari H, saya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan biar paginya gak repot/riweuh.
Sesampainya di sekolah, saya lihat antrian pendaftaran sudah cukup panjang. Saya masih ingat betul bagaimana pemandangan di sekolah pada hari itu.
Ada yang ditemani keluarganya, ada yang daftar sendirian seperti saya, nongkrong di kantin, ada juga beberapa orang tua yang sedang mengobrol, dan banyak aktifitas lainnya.
Nah, setelah lama mengantri, akhirnya giliran saya!
Di sini berkas saya diminta oleh guru pengawas untuk dicek. Alhamdulillah tidak ada yang kurang sama sekali. Di sini pula dijelaskan bahwa pengumuman kelulusan calon siswa akan diumumkan minggu depan sejak hari itu.
Hari itu pun tiba! ๐ Cemas dan takut, pastinya... karena saya hanya mendaftarkan diri di dua (2) sekolah. Yang SMA gagal, usahakan yang SMK jangan gagal juga. Kalau SMK juga gagal diterima, 100% di tahun itu saya gak sekolah sama sekali. Rugi umur dan waktu 1 tahun penuh! ๐
Oke, inilah momennya! Begitu cek mading sekolah, dengan suasana hati harap2 cemas (H2C), alhamdulillah ya Allah saya diterima di SMK 1 ๐
Momen Pertama Masuk Sekolah di SMK
Kebetulan hari senin merupakan hari pertama kami masuk sekolah. Tentu dong ada yang namanya upacara hari senin.
Saya inget banget tuh! Di pertengahan prosesi upacara, bapak kepala sekolah yang menjabat sebagai pembina upacara menerima dan mengenalkan sekolah pada kami secara formal.
Setelahnya, semua siswa dibagi per kelompok dan diospek/plonco (pelonco) oleh kakak2 paskibraka.
Tenang! Gak ada hal2 yang menakutkan seperti dipukul, plonco, senioritas, disiksa, atau lainnya.
O iya, pada momen ospek gak ada istilah pakai pakaian2 tertentu misalnya pakai topi sawah, ornamen2 aneh, papan nama (name tag), pita, tas dari karung goni, dsb. Gak ada dong, ya! ๐
Di hari terakhir ospek, seluruh siswa kelas satu (1) diwajibkan mengikuti wajib pramuka (wapra), di mana kita diharuskan menginap 2 hari 1 malam di sekolah.
Masing2 kelompok terdiri dari 8 hingga 10 orang, di mana masing2 anggota diwajibkan membawa peralatan hidup dari rumah seperti peralatan dapur, beras, air galon, mie kemasan, minyak, cabe, bawang, tomat, dan lainnya.
Pokoknya seru banget, kayak main rumah2an atau berkemah!
Interview Masuk Jurusan TKJ di SMK
Teman2 harus tahu nih! Di pertengahan prosesi ospek sekolah selama 1 minggu, kita semua diberikan selembar formulir untuk diisi oleh orang tua, di mana isinya berkaitan erat dengan profil orang tua kita.
- Nama calon siswa
- Alamat rumah
- Profesi atau pekerjaan orang tua
- Diberikan opsi untuk memilih jurusan pertama dan kedua sebagai opsi cadangan -- apabila jurusan pertama ditolak
- Berapa penghasilan (gaji) orang tua per bulannya
- Dan pertanyaan2 spesifik lainnya
Tepat keesokan harinya, satu per satu siswa dipanggil ke depan kelas untuk diwawancara (interview).
O iya, saya pilih jurusan TKJ sebagai pilihan pertama; sedangkan MM sebagai opsi cadangan apabila pilihan pertama ditolak.
Waktu itu saya ngotot masuk jurusan ilmu komputer ๐
Karena bidang keahlian TKJ mewajibkan siswanya membeli laptop, wajar apabila ada kolom pertanyaan "berapa penghasilan (gaji) orang tua kita". Jangan terkejut ya!
Pada intinya, para guru hanya ingin memastikan apakah orang tua kita mampu beli laptop atau tidak, karena di jaman itu harga laptop sangat mahal. Percuma ngebet masuk jurusan IT tapi orang tua belum mampu memfasilitasinya. Iya, kan?
O iya, nyatanya pihak sekolah juga meringankan beban kita apabila kita memang ngotot mau masuk jurusan IT tapi uang beli laptop belum cukup.
Waktu jaman saya dulu sih cuma diberi waktu 3 bulan untuk beli laptop. Semisal lewat 3 bulan laptop belum terbeli juga, maka harus pindah ke jurusan yang tidak berhubungan dengan ilmu komputer.
Sebenarnya, rasa keinginan untuk bisa masuk ke jurusan ilmu komputer hanya bisa saya pendam karena berhasil atau gagalnya seorang siswa masuk ke jurusan yang diinginkan, ditentukan oleh guru yang memiliki hak prerogatif.
Bagi teman2 yang penasaran, boleh banget baca cerita lengkapnya di sini: Interview Masuk Jurusan TKJ di SMK.
Hari Pertama Masuk Sekolah
Selesai upacara senin pagi, seluruh murid baru kelas 1 (satu) diwajibkan berkumpul di tengah lapangan sekolah.
Di sinilah nama siswa dipanggil satu per satu.
- "Arief Ghozaly, yang mana orangnya, Nak?"
- "(Di sini saya cuma bisa angkat tangan dari kejauhan karena jaraknya jauh banget dari podium pembina upacara)."
- "Oh kamu, ya. Selamat kamu diterima di jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) kelas 1 TKJ 1. Kamu duduk di sana, ya! (sambil tunjuk kelompok kelas 1 TKJ 1 yang nama2nya sudah dipanggil sebelumnya)."
Di momen ini senangnya luar biasa, alhamdulillah. Akhirnya saya bisa masuk ke jurusan yang saya inginkan.
O iya! Karena bingung soal TKJ, saya sempat cari2 tahu di Google dan bertanya2 ke abang/kakak kelas (kating) tentang apa itu jurusan TKJ, apa saja yang dipelajari, seberapa sulit pelajarannya, dan banyak lagi.
Pada intinya jurusan TKJ sesuai sekali dengan hati saya ๐
O iya, alasan kenapa saya gak ambil jurusan Multimedia (MM) karena saya gak suka konten digital seperti desain grafis, animasi, fotografi, desain media, dan semacamnya.
Perbedaan SMA dan SMK dari Sisi Jurusan
Jika di SMA ada IPA dan IPS, maka di SMK ada yang namanya Kejuruan.
Jurusan IPA dan IPS dibagi dan/atau ditetapkan pada saat memasuki kelas 2 (dua) sekolah, sedangkan jurusan di SMK dibagi dan/atau ditetapkan pada saat siswa baru memasuki hari pertama sekolah. Kenapa? Alasannya agar murid baru di SMK bisa fokus sedari awal masuk sekolah.
Contohnya saya yang diterima di jurusan TKJ. Nantinya kelas saya akan seperti ini: 1 TKJ 1, 2 TKJ 1, dan 3 TKJ 1.
Jurusan yang sudah dipilih dan ditentukan di SMK tidak bisa diganti atau diubah ke jurusan lainnya.
O iya, perbedaan SMA dan SMK lainnya yakni:
- SMA: Materi 80% - Praktek 20% (fokus teori)
- SMK: Materi 40% - Praktek 60% (seimbang)
Jika dilihat dari perbandingan di atas, lulusan SMK lebih gampang diterima di tempat kerja meski baru saja lulus. Toh, memang prospek ke depannya "siap bekerja" tanpa harus kuliah dulu.
Tapi meski begitu, baiknya sih kuliah S1 dulu ya! Baru deh cari kerja! ๐
Jadi itulah pengalaman saya tentang cara daftar dan sekolah di SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
.png)

Posting Komentar untuk "Cerita Sekolah di SMK Jurusan TKJ (Pengalaman)"
Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️