Cerita Pengalaman Bimbingan Nikah di KUA

Mau ikut bimbingan nikah tapi takut gak bisa jawab waktu ditanya rukun iman ada berapa, rukun islam apa saja, apa doa mandi wajib (junub), disuruh membaca atau mengaji al-qur'an, bagaimana gerakan dan doa salat yang benar? ๐Ÿ˜

Cerita Pengalaman Bimbingan Nikah di KUA

Harusnya gak perlu takut ya karena sedari kecil kita sudah diajarkan hal2 yang disebutkan di atas.

Ingat, ketakutan2 di atas gak ada apa2nya dibandingkan dengan setelah menikah nanti ๐Ÿ˜‰ Percaya deh sama saya!

Apa Itu Bimbingan Nikah?


Pengertian apa itu bimbingan nikah, disebut juga: bimbingan perkawinan (bimwin) adalah sebuah program pemerintah yang menyediakan materi untuk calon pengantin dalam mempersiapkan diri dalam membangun keluarga dengan pondasi yang kuat; dimulai dari sisi keagamaan, ekonomi, sosial, hingga kesehatan.

Jika ditanya, apakah bimbingan nikah penting dan wajib diikuti? Bagi saya penting banget karena hal inilah yang menjadi bekal untuk pernikahan teman2 di masa depan nanti.

Terus, bagaimana dengan pengalaman saya? ๐Ÿ˜ƒ

Cerita Pengalaman Bimbingan Nikah di KUA


Ceritanya, pagi hari itu saya dan istri langsung bergegas menuju kantor urusan agama (KUA) untuk mengikuti bimbingan perkawinan yang telah ditentukan hari dan tanggalnya.

O iya, semua persiapan sudah kami siapkan dan lakukan. Salah satunya yakni persiapan materi ujian jika suatu waktu dites tanya2 (wawancara) seperti rukun islam, rukun iman, bacaan doa salat, apalagi baca qur'an. Insya allah, saya dan istri mampu menjawabnya.

Pokoknya sudah di luar kepala. Waktu itu siap 100% lah pokoknya ๐Ÿ˜‰

Begitu masuk ruangan, ya allah ramai betul cik. Gugup dikit ๐Ÿ˜ Seingat saya ada belasan calon suami istri waktu itu.

Oke, masuk lah si pemateri ke ruangan.

Jujur saya kurang ingat materi apa2 saja yang dijelaskan. Hahaha...! Yang jelas tentang kebaikan, pentingnya saling mengerti antara suami dan istri, dsb. Pokoknya tentang bagaimana kita menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah (samara/samawa) seperti apa.

Setelah sesi materi, masuk lah ke sesi tes baca doa mandi wajib (junub).

Satu per satu dari kami dites. Ada yang pakai bahasa arab, bahasa indonesia, ada juga yang pakai bahasa aceh (daerah). Apapun bahasanya, intinya sah ๐Ÿ˜‰

Sebentar! Gak disuruh baca al-qur'an dan doa di dalam salat? Terus gimana dengan tes pengetahuan rukun islam dan imannya?

Alhamdulillah di hari itu bapak pengujinya ada janji dengan sebuah instansi, janji yang tidak bisa ditunda katanya. Pokoknya gak bisa berlama2 di KUA.

Akhirnya pun kami semua gak diuji tanya jawab seperti baca qur'an, doa salat, dll. Cuma dites baca doa mandi janabah doang ๐Ÿ˜ Alasannya sebagai "syarat" atau formalitas saja. Oke deh.

O iya, setelah mengikuti bimbingan perkawinan, masing2 dari kami diberikan sertifikat bahwa kami sudah mengikuti bimbingan. Dan siap melangkah ke tahap selanjutnya yakni akad nikah.

Berapa lama bimbingan nikah? Gak lama kok! Cuma 2 jam. Gak terasa lama karena seru dan banyak lucunya ๐Ÿ˜

O iya, terkait ketakutan2 yang saya sebutkan di atas, gak perlu khawatir ya. Semisal gak bisa ngaji (baca qur'an), bukan berarti teman2 gak bisa menikah ya! Tetap bisa nikah kok! Palingan dinasehati terus ditertawai sama orang2 seruangan ๐Ÿ˜
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

Posting Komentar untuk "Cerita Pengalaman Bimbingan Nikah di KUA"

Traktir Kopi!