Pengalaman Pasang AC LG 1 PK Dual Inverter T09EV5 NINWAC
Bayangin deh ya! Uap panas dari dinding tembus ke dalam kamar. Ditambah pengap karena gak ada sirkulasi udara. Tersiksa sekali. Hiks!
Coba tebak? Tul, gak salah... karena kamar kami mengarah langsung ke terbitnya matahari. Kalau sudah pagi menjelang siang hari, jangan ditanya deh! Panas banget!
Sudah saatnya beli AC nih! Setelah mengevaluasi anggaran, memperhitungkan biaya token listrik, untung dan rugi menggunakan AC, sampai rencana menaikkan daya listrik dari 4 ampere ke 6 ampere; akhirnya, kami pun sepakat untuk membeli AC.
Tentu dong hal pertama yang kami lakukan adalah menaikkan arus listrik yang awalnya 4 ampere menjadi 6 ampere.
Karena saya dan istri awam banget tentang permasalahan AC, kami pun memanfaatkan Google dan TikTok untuk cari tahu.
Banyak merek terkenal yang kami temui seperti Gree, Daikin, Panasonic, Midea, Aqua, Sharp, LG, TCL, Changhong, dan lainnya.
Semuanya bagus2 kok, sumpah, nggak ada yang jelek ๐ Harganya pun bervariasi! Dimulai dari 3 jutaan sampai 6 jutaan untuk 1 PK. Tergantung merek (brand), model, fitur, dan garansi. Selain itu, tentu saja dengan kelebihan dan kekurangannya masing2.
Jujur, susah banget pilih AC.
Contoh yang katanya merek X bagus, awet, garansi panjang, dan tahan lama. Sudah dipakai selama 10 tahun lebih gak rewel. Masalahnya ada komentar lain yang nyeletuk: "Gak kok! Saya baru 1 tahun udah minta diganti! Freonnya gampang bocor!"
Padahal sudah mantap mau beli AC dari merek tsb, eh malah dibikin ragu! Makin pusing gak tuh?! ๐
Karena terlanjur pusing dan kebingungan, saya dan istri pun sepakat untuk datang langsung ke toko elektronik langganan.
Atas dasar keluhan, kriteria yang dibutuhkan, dan berbagai hal lainnya; kokoh -- sang pemilik toko elektronik -- mengurutkan beberapa brand AC yang dirasanya worth it untuk kami beli, di antaranya:
Seingat saya, kurang lebih seperti itu urutannya.
Sebelum itu juga saya sempat berkonsultasi dengan teman saya yang menyarankan untuk beli AC merek Sharp saja karena menurut dia itu yang terbaik dan paling bagus.
Tapi dengan budget setipis tisu dan HARUS INVERTER, kokoh pun mengeluarkan jurus terakhirnya:
Saya dan istri pun saling tatap2an ๐ Hmm...menarik nih! Saya pun minta lihat langsung, penasaran dengan bentuk dan modelnya.
Gak lama, mungkin 5 menit saya dan istri bermusyawarah, pilihan kami pun paten 100% jatuh kepada AC LG Dual Inverter T09EV5 - NINWAC. Apalagi ada logo hemat energi dengan 4 bintang, semakin yakin untuk dibeli!
Harga awalnya itu di angka Rp 4,750,000,- tapi istri dengan keahlian cakapnya, nego tuh sampai jadi di harga Rp 4,600,000,- sampai si kokoh geleng2 kepala ๐
O iya! Biaya Rp 4,600,000,- sudah termasuk biaya pengantaran dan pemasangan ya...!
Karena dilabeli Dual Inverter, bukan berarti saya cuekin begitu saja. Jujur saya gak bisa langsung percaya -- yang katanya hemat listrik.
Di hari pertama, saya gak hitung. Tapi begitu masuk di hari kedua dan hari2 selanjutnya, baru 'lah ketahuan kalau kWh yang dikonsumsi berada di angka 1,5 kWh sampai 2 kWh per malamnya.
Perhitungannya sebagai berikut.
Jika biasanya menghabiskan 2 kWh per malamnya (kurang lebih), dengan rincian:
Maka setelah AC dihidupkan, kWh yang dihabiskan per malamnya yakni di kisaran 3.5 kWh atau 4 kWh.
Perhitungannya sederhana bahwa AC yang kami beli mengonsumsi 1.5 kWh atau 2 kWh token listrik per malamnya. Mulai dihidupkan dari jam 22.00 - 23.00 sampai 08.00.
Anggap 'lah satu malam menghabiskan 2 kWh (maksimal). Artinya, biaya token listrik untuk AC yang kami pakai adalah Rp 2,889,4,-
Menurut teman2... tiga ribu perak, AC hidup dari malam sampai pagi, terhitung murah atau mahal?
Saya tahu betul, murah atau mahalnya sesuatu itu tergantung masing2 orang. Betul, relatif. Alhamdulillah, cukup murah bagi saya sendiri.
Kalau ditotal, kira2 cuma menghabiskan biaya Rp 90,000,- per bulannya ๐
Coba tebak? Tul, gak salah... karena kamar kami mengarah langsung ke terbitnya matahari. Kalau sudah pagi menjelang siang hari, jangan ditanya deh! Panas banget!
Sudah saatnya beli AC nih! Setelah mengevaluasi anggaran, memperhitungkan biaya token listrik, untung dan rugi menggunakan AC, sampai rencana menaikkan daya listrik dari 4 ampere ke 6 ampere; akhirnya, kami pun sepakat untuk membeli AC.
Tentu dong hal pertama yang kami lakukan adalah menaikkan arus listrik yang awalnya 4 ampere menjadi 6 ampere.
O iya, teman2 harus tahu nih! AC ini merupakan AC pertama yang kami beli dan miliki. Hehe agak kagok ๐
Karena saya dan istri awam banget tentang permasalahan AC, kami pun memanfaatkan Google dan TikTok untuk cari tahu.
Banyak merek terkenal yang kami temui seperti Gree, Daikin, Panasonic, Midea, Aqua, Sharp, LG, TCL, Changhong, dan lainnya.
Semuanya bagus2 kok, sumpah, nggak ada yang jelek ๐ Harganya pun bervariasi! Dimulai dari 3 jutaan sampai 6 jutaan untuk 1 PK. Tergantung merek (brand), model, fitur, dan garansi. Selain itu, tentu saja dengan kelebihan dan kekurangannya masing2.
Jujur, susah banget pilih AC.
Contoh yang katanya merek X bagus, awet, garansi panjang, dan tahan lama. Sudah dipakai selama 10 tahun lebih gak rewel. Masalahnya ada komentar lain yang nyeletuk: "Gak kok! Saya baru 1 tahun udah minta diganti! Freonnya gampang bocor!"
Padahal sudah mantap mau beli AC dari merek tsb, eh malah dibikin ragu! Makin pusing gak tuh?! ๐
Karena terlanjur pusing dan kebingungan, saya dan istri pun sepakat untuk datang langsung ke toko elektronik langganan.
Atas dasar keluhan, kriteria yang dibutuhkan, dan berbagai hal lainnya; kokoh -- sang pemilik toko elektronik -- mengurutkan beberapa brand AC yang dirasanya worth it untuk kami beli, di antaranya:
- Sharp 1 PK Standar
- Daikin 1 PK Inverter
- Panasonic 1 PK Inverter
- Changhong 1 PK Standar
Seingat saya, kurang lebih seperti itu urutannya.
Sebelum itu juga saya sempat berkonsultasi dengan teman saya yang menyarankan untuk beli AC merek Sharp saja karena menurut dia itu yang terbaik dan paling bagus.
Tapi dengan budget setipis tisu dan HARUS INVERTER, kokoh pun mengeluarkan jurus terakhirnya:
"AC dari brand LG mau gak? Itu sudah Dual Inverter, lebih hemat dari pada Inverter biasa."
Saya dan istri pun saling tatap2an ๐ Hmm...menarik nih! Saya pun minta lihat langsung, penasaran dengan bentuk dan modelnya.
Gak lama, mungkin 5 menit saya dan istri bermusyawarah, pilihan kami pun paten 100% jatuh kepada AC LG Dual Inverter T09EV5 - NINWAC. Apalagi ada logo hemat energi dengan 4 bintang, semakin yakin untuk dibeli!
Harga awalnya itu di angka Rp 4,750,000,- tapi istri dengan keahlian cakapnya, nego tuh sampai jadi di harga Rp 4,600,000,- sampai si kokoh geleng2 kepala ๐
O iya! Biaya Rp 4,600,000,- sudah termasuk biaya pengantaran dan pemasangan ya...!
Biaya kWh per Hari
Karena dilabeli Dual Inverter, bukan berarti saya cuekin begitu saja. Jujur saya gak bisa langsung percaya -- yang katanya hemat listrik.
Di hari pertama, saya gak hitung. Tapi begitu masuk di hari kedua dan hari2 selanjutnya, baru 'lah ketahuan kalau kWh yang dikonsumsi berada di angka 1,5 kWh sampai 2 kWh per malamnya.
Perhitungannya sebagai berikut.
Jika biasanya menghabiskan 2 kWh per malamnya (kurang lebih), dengan rincian:
- 2 lampu tidur
- 3 kipas angin
- 1 kulkas
- 1 penanak nasi (rice cooker)
- 1 mesin sanyo otomatis
Maka setelah AC dihidupkan, kWh yang dihabiskan per malamnya yakni di kisaran 3.5 kWh atau 4 kWh.
Perhitungannya sederhana bahwa AC yang kami beli mengonsumsi 1.5 kWh atau 2 kWh token listrik per malamnya. Mulai dihidupkan dari jam 22.00 - 23.00 sampai 08.00.
1 kWh berapa rupiah? Dengan daya listrik 6 ampere (1300 va), maka 1 kWh berarti Rp 1,444,70,-
Anggap 'lah satu malam menghabiskan 2 kWh (maksimal). Artinya, biaya token listrik untuk AC yang kami pakai adalah Rp 2,889,4,-
Menurut teman2... tiga ribu perak, AC hidup dari malam sampai pagi, terhitung murah atau mahal?
Saya tahu betul, murah atau mahalnya sesuatu itu tergantung masing2 orang. Betul, relatif. Alhamdulillah, cukup murah bagi saya sendiri.
Kalau ditotal, kira2 cuma menghabiskan biaya Rp 90,000,- per bulannya ๐




Posting Komentar untuk "Pengalaman Pasang AC LG 1 PK Dual Inverter T09EV5 NINWAC"
Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️