Pengalaman Kerja Promotor HP: Suka, Duka, Gaji Dibayar Setengah

Dulu, akhir tahun 2018, saya sempat ditawari pekerjaan sebagai promotor HP oleh teman yang sudah lebih dulu bekerja.

Ya, jalur "orang dalam" lah, ya! Relasi ๐Ÿ˜

Awalnya saya mengira kalau pekerjaan ini cocok untuk saya karena saya suka dengan teknologi. Toh, ponsel itu bagian dari teknologi kan?

Faktanya gak seindah yang dibayangkan. Bisa dibilang: kerja paksa. Saya cuma bisa bertahan selama 2 minggu.

Pengalaman Kerja Promotor HP: Suka, Duka, Gaji Dibayar Setengah

Teman2 yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia promotor HP dan masih bertahan sampai detik ini, boleh banget nyebut saya "lemah". Tapi perlu diingat, apa yang saya lakukan selama bekerja sebagai promotor HP gak ada harganya di mata distributor, sales, dan pemilik toko.

Makanya, saya gak segan2 untuk mengundurkan diri (resign).

Pengalaman Kerja sebagai Promotor HP


Begitu ditawari, saya gak langsung mengiyakan penawaran tersebut karena ada hal yang harus ditanyakan dan dipertimbangkan, seperti:

  • Apakah lingkungan kerjanya toxic?
  • Seperti apa cara berjualannya?
  • Berapa target penjualan?
  • Kira2 berapa gaji yang didapatkan? Di bulan pertama (anak baru) dan gaji di bulan selanjutnya?
  • Apakah ada training?
  • Di toko HP mana saya akan ditempatkan?
  • Apakah ada potensi (kemungkinan) untuk naik jabatan seperti sales atau trainer?

Setelah mendengarkan jawaban yang cukup "menantang", saya pun mengiyakan penawaran tersebut. Administrasi pun saya siapkan dengan matang ๐Ÿ˜‰

Tibalah hari H: Proses Lamaran


Singkat cerita, salah satu poin yang dibahas ialah saya harus mengikuti pelatihan (training) selama 3 bulan. Ok gak masalah.

Selama masa pelatihan saya digaji Rp 1,200,000,- per bulannya. Jika nantinya diterima (lolos), saya akan mendapatkan gaji penuh sebesar Rp 2,200,000,- per bulan (di bulan keempat).

Sales juga bilang kalau saya akan ditempatkan di luar kota. Jaraknya 17 km dari rumah. PP berarti 34 km per hari ๐Ÿ˜…

Gaji dikit, di luar kota pula. Tapi ya mau bagaimana lagi kan? Cari pekerjaan susah. "Ambil yang ada di depan mata saja lah," pikir saya ๐Ÿ˜

Keesokan harinya, saya dan sales pun bergegas ke toko ponsel yang telah ditentukan. Sekaligus berkenalan langsung dengan pemilik toko.

Dari pertemuan pertama ini, kami bertiga sepakat kalau jam kerja masuk saya dimulai dari pukul 11:00 WIB - 22:00 WIB. Total 11 jam kerja per hari.

Jatah libur satu hari per minggu, boleh pilih hari kapan saja.

Ok, mulailah saya bekerja. Hari pertama, kedua, dan ketiga; gak ada masalah.

Sampai di suatu hari, saya telat datang 10 menit. Di sini, saya akui saya salah. Masalahnya adalah pemilik toko langsung melaporkan masalah ini ke sales tanpa pernah ngobrol langsung ke saya. Akhirnya, dengan berat hati, sales pun memberikan Surat Peringatan (SP) ke saya.

Di momen ini saya akui saya salah karena saya gak disiplin. Tapi kenapa gak ada keringanan? Faktanya hampir setiap harinya saya selalu pulang telat.

Ingat! Pada perjanjian awal, saya baru boleh pulang di jam 22:00 tapi saya enggan pulang di jam segitu karena takut toko kemalingan. Justru saya pulang di jam 23:00, terkadang jam 00:00 lebih.

Teman2 harus tahu, "lembur" ini gak saya perhitungkan. Gak dikasih uang lembur dan gak berharap juga. Ikhlas lahir dan batin!

Memang, ya, niat baik gak selalu diartikan sebagai kebaikan. Dianggap pun tidak. Brengsek? Tentu.

Hari2 pun terus berlalu dengan suasana yang sangat GAK ENAK antara saya dengan pemilik toko. Seingatnya pun saya gak pernah mengobrol lagi dengan pemilik toko karena kasus SP kemarin.

Saking gondoknya, kalau merek HP saya laku, alhamdulillah. Gak laku juga gak apa2. Pokoknya saya sudah tidak peduli lagi dengan target penjualan. Rasanya ingin pindah toko!

Sampai pada akhirnya, tanggal gajian pun tiba. Tahu berapa gaji yang saya dapatkan? Rp 500,000,- (lima ratus ribu rupiah) ๐Ÿ˜Œ

Saya tanya ke teman yang ngajak saya kerja:

"Gajinya kok kecil ya? Gak sesuai 1,2 juta yang diomongin kemarin. Malah target penjualan tembus 12 unit, lebih dari 10 unit yang ditargetkan. Apalagi gak sampai sebulan kerja, cuma seminggu."

Teman saya pun berinisiatif tanya ke admin dan bagian keuangan. Mana tahu ada kekhilafan. Tapi jawaban yang saya terima: memang segitu.

Jujur di momen ini gak bisa berbuat banyak karena anak baru. Apalagi masih masa training. Akhirnya cuma bisa ngelus dada dan meratapi nasib. Ya Allah...

Hari2 pun berlalu. Memasuki 12 hari kerja, saya jatuh sakit. Tipes. Saya izin besoknya gak masuk kerja. Karena semakin parah, lusanya saya izin lagi.

Karena gak kunjung membaik, saya mulai berpikir untuk resign karena sadar gajinya gak sepadan dengan kesehatan fisik dan mental saya.

Dengan tekad dan dukungan dari keluarga besar, apalagi begitu tahu kalau gaji anaknya cuma Rp 500,000,-, saya pun resign dari pekerjaan ini.

Alasan dan faktor kenapa saya keluar dari pekerjaan ini:

  1. Gaji tidak sesuai dengan kontrak
  2. Jarak tempuh perjalanan dari rumah ke toko ponsel terlalu jauh, mana harus PP lagi
  3. Pemilik toko brengsek
  4. Sales tidak pengertian dan tidak membela
  5. Arahan dan dukungan dari keluarga untuk mengundurkan diri
  6. Tipes karena tipes lama sembuhnya
  7. Gaji tidak dibayar penuh padahal target penjualan melebihi 10 unit -- terlepas apakah masa kerja belum sebulan penuh

Teman2 harus tahu. Alhamdulillah saya masih berusaha mengedepankan adab dari pada ilmu walau masih sakit hati banget ๐Ÿ˜‚

Saya ingat. Ketika saya melamar pekerjaan di sini, saya datang dengan cara baik2. Resign pun saya usahakan dengan cara yang baik juga meski ada perasaan jengkel dan dongkol.

Setelah sembuh dari sakit, saya mengantarkan surat pengunduran diri ke sales. "Oke," katanya tanpa bertanya kenapa saya mengundurkan diri.

Waktu yang Tepat Bekerja sebagai Promotor HP


Kapan waktu yang tepat untuk bekerja sebagai promotor HP?

  1. Gak ada pekerjaan lain selain promotor
  2. Dari keluarga susah
  3. Badan sehat wal'afiat
  4. Rela kerja paksa
  5. Pergi pagi, pulang tengah malam
  6. Punya utang yang harus dilunasi
  7. Tulang punggung keluarga
  8. Siap ditempatkan di luar kota (kemungkinan)

Yang perlu diperhatikan lagi ialah nggak selamanya cerita dan pengalaman di atas bakal terjadi juga di teman2. Bisa saja terbalik! Contohnya? Rumah teman2 dekat dengan toko, gaji yang pantas, atau mungkin pemilik tokonya cocok dengan teman2 (punya chemistry).

Jadi cerita di atas bukan alasan teman2 untuk menolak pekerjaan ini -- semisal ada penawaran. Dicoba saja, ya! Ambil baiknya dan buang buruknya. Oke?! ๐Ÿ˜‰

Apa Itu Promotor HP?


Pengertian promotor HP adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjual ponsel berdasarkan dari merek (brand) mana dia dipekerjakan.

Promotor akan ditempatkan di masing2 toko ponsel yang ada di wilayah kerjanya.

Contohnya: Fulan adalah promotor HP dari brand Xiaomi. Maka, di toko ponsel yang telah ditentukan, ia harus bisa menjual unit Xiaomi sebanyak mungkin sesuai target penjualan per bulannya. Jika unit yang terjual melebihi target, maka Fulan akan mendapatkan bonus tambahan.

Di saat yang bersamaan, Fulan juga akan bersaing dengan promotor dari merek lainnya seperti Samsung, Oppo, Huawei, dan lain2 dalam hal penjualan.

Promotor HP Rekomendasi


Karena sering berkonsultasi dan bertukar cerita ke sesama teman promotor, saya sedikit mendapatkan "bayangan" yang sekiranya berguna bagi para pembaca ๐Ÿ˜

Sejauh ini, yang paling menggiurkan gajinya yakni promotor samsung. Gaji pokoknya saja bisa sampai 4-5 juta, ditambahkan insentif (bonus) sebesar 6-8 juta per bulan. Totalin kang mas...

Ada juga sales Oppo. Setahu saya gajinya setara UMK/UMP. O iya, promotor Oppo juga mendapatkan BPJS.

Untuk brand2 lainnya seperti Xiaomi, iPhone, Infinix, Asus, Tecno, Itel, Poco, Motorola, Nokia, Google Pixel, Huawei, dan Realme; saya masih belum tahu apa kelebihan dan kekurangannya.

Mungkin bisa dicoba sendiri hehe! Welll... Jangan cari yang gak ada ๐Ÿ˜
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

1 komentar untuk "Pengalaman Kerja Promotor HP: Suka, Duka, Gaji Dibayar Setengah"

  1. Kalo boleh tebak vivo kah? ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️

Traktir Kopi!