Pengalaman Jadi Komting di Kampus: Suka, Duka, Untung, Rugi

Ramai yang tak tahu kalau waktu kuliah dulu saya pernah ditunjuk sebagai komting. Ketua kelas waktu di kampus dulu ๐Ÿ˜

Pengalaman Jadi Komting di Kampus: Suka, Duka, Untung, Rugi
Siap2 pergi ngampus ๐Ÿ˜

Jujur saya gak pernah mau dijadikan komting. Cuma karena dosennya tetanggaan sama saya, saya pun ditunjuk sebagai salah satu calon (kandidat) komting.

Waktu itu pemilihannya dilakukan secara voting (ambil suara) di dalam kelas. Mayoritas teman2 sekelas pada pilih saya. Amsyong banget. Dosa apa saya ke mereka ๐Ÿ˜‚

Pengertian Apa Itu Komting


Apa itu komting adalah orang yang dipilih untuk memimpin dan/atau mewakili kelas di tingkat jurusan atau program studi.

Peran dan tugas utama komting yakni:

  1. Penghubung utama antara mahasiswa dengan dosen atau pihak kampus, khususnya orang2 yang ada di akademik.
  2. Bertanggung jawab menyampaikan informasi, mengkoordinir kegiatan, dan mengatur jadwal.
  3. Menampung keluhan atau masukan teman2 sekelas dan menyampaikannya ke dosen.

Setelah saya jalani, rasa2nya tuh sama seperti ketua kelas waktu jaman sekolah dulu. Soalnya dulu saya pernah jadi ketua kelas pas SD, SMP, dan SMA. Masing2 era cuma beberapa bulan aja sih ๐Ÿ‘๐Ÿ˜

Cuma yang membedakannya adalah komting itu lebih berperan dan aktif dibandingkan ketua kelas. Jadi sangat beda rasanya.

Ada yang bilang komting adalah singkatan dari komandan tingkat atau komisaris tingkat tinggi, atau disebut juga koordinator mata kuliah.

Gak tahu deh mana yang benar. Pokoknya komting itu ketua kelas di kampus... ๐Ÿ˜‰

Perbedaan Komting dan BEM di Kampus


Komting dan BEM berbeda, ya! BEM adalah badan eksekutif mahasiswa; dimana fungsi, tugas, dan perannya lebih krusial (penting) dari pada komting.

Jika komting hanya mewakili kelas, maka BEM mewakili dan "membawa" nama universitas.

Ringkasnya, BEM bertindak sebagai "pemerintah" kampus, sementara komting bertindak sebagai "ketua kelas" pada masing2 kelasnya.

Sering Dipanggil ke Akademik


Pertama, sering dipanggil ke akademik. Karena memang tugas seorang komting adalah penghubung antara dosen dengan teman2 di kelas.

Sehari bisa empat kali bolak balik. Mana naik dan turun tangga lagi. Capek!

O iya, kenapa dipanggil ke akademik dikarenakan di sana lah kita akan mendapatkan informasi apakah dosen ybs masuk atau tidak hari ini, dimintai tolong bawa peralatan belajar dosen (misalnya: proyektor), fotokopi tugas ujian atau materi, dan lain2.

Pokoknya ini menjadi tanggung jawab seorang komting.

O iya, karena sering keluar kelas di jam2 pelajaran, seringkali saya melipir ke kantin sebentar untuk sekedar ngopi dan jajan. Kapan lagi kan ๐Ÿ˜

Kenal Dekat dengan Banyak Dosen


Salah satu keuntungan jadi komting yakni bisa kenal dengan banyak dosen. Karena dekat, nilai pun aman.

Makanya gak heran kalau nilai komting rata2 tergolong aman. Jauh dari kemungkinan ulang mata kuliah.

Komting Sering Disogok Uang & Traktir Makan


Sudah jadi rahasia umum kalau komting sering ditraktir makan, uang, transportasi, dikirim pulsa, dll oleh kawan2 yang punya kepentingan terselubung.

Mau bolos kuliah tapi absen aman? Sogok komting! ๐Ÿ˜

Faktanya kalau di sekolah SD/SMP/SMA, absensi dipegang oleh sekretaris. Sedangkan kalau di kampus, absensi dipegang oleh komting.

Bisa dibilang, komting merupakan jabatan "lahan basah".

Tapi pemirsa harap tenang! Karena saya bukan komting yang bisa disogok. Kalau memang izin, ya sudah saya absensi izin. Gak perlu sogok saya. Uang saya sudah banyak ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‘

Komting Harus di Posisi Netral


Yang dimaksud di posisi netral di sini adalah tidak boleh bermusuhan, condong ke pihak sebelah, apalagi berkelompok2 gak jelas.

Saya sering dapat gosip kalau komting di kelas sebelah pilih2 kasih. Gak ada toleransi ke orang2 tertentu. Pokoknya arogan sekali. Tidak mau tahu.

Nah, teman2 yang nantinya mau jadi komting jangan jadi orang seperti itu ya!

Dari pengalaman saya, alhamdulillah saya sudah cukup netral di kelas. Kalau ada masalah, saya selalu berada di tengah2. Gak mau membela A atau B. Selama masih bisa diperbaiki, ya diperbaiki. Kalau sudah lewat batas, berarti harus dilaporkan ke akademik.

Punya Banyak Pulsa


Salah satu duka seorang komting yakni harus punya banyak pulsa. Kenapa? Karena kebanyakan dosen susah banget buat dihubungi dari whatsapp maupun telegram.

Mesti ditelepon lewat pulsa.

Nah! Sukanya adalah saya sering dikirimi pulsa oleh bendahara ๐Ÿ˜ karena memang ada iuran tiap minggunya. O iya, iuran ini digunakan untuk mengisi pulsa komting, membeli sapu, pengki, tong sampah, dll.

Gak cuma untuk isi pulsa komting.

Bergaul dengan Banyak Orang (Introvert?)


Jabatan komting mengharuskan kita untuk mau/bisa bergaul dengan banyak orang. Masalahnya gak semua orang cocok dijadikan komting.

Contohnya orang2 yang berkepribadian introvert.

Misal, dosen ngasih tugas ke komting, maka komting wajib kasih tahu dan bagi ke teman2 lain. Begitu juga dengan informasi kehadiran dosen masuk atau tidak, atau terlambat misalnya, maka komting harus menginformasikannya ke teman2.

Adakalanya hal2 seperti di atas menguras energi seorang introvert. Yang awalnya membatasi pergaulan malah jadi bergaul dengan banyak orang.

Relasi Bisnis dan Rekan Kerja


Banyak yang gak sadar kalau jabatan komting bisa membuka "pintu" relasi di masa depan.

Ruang lingkupnya lebih luas dan meyakinkan dibandingkan pertemanan biasa.

Anggaplah teman2 sudah lulus kuliah tapi masih pengangguran. Karena punya banyak teman dan kebetulan relasinya kuat, bisa jadi teman2 ditawari pekerjaan. Bahkan tanpa perlu tes, bisa langsung bekerja.

Ingat, silaturahmi adalah pintu rejeki ๐Ÿ˜

Jadi itulah cerita pengalaman saya menjadi komting waktu kuliah dulu; suka, duka, tugas, untung, rugi, dan manfaatnya.
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

4 komentar untuk "Pengalaman Jadi Komting di Kampus: Suka, Duka, Untung, Rugi"

  1. Permisi bang, aku juga terpilih sebagai komting bang, abang kalau di kelas abang ada kating di dalam, gimana cara bersosialisasi dengan kating yang terkesan sok tua dan sok atasan bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi gabriel. Pada prinsipnya... yang tua dihormati, yang muda disayangi. Kalau memang orangnya seperti itu, jangan diambil pusing. Fokus saja sebagai komting. Jika ada hal yang kurang berkenan, bisa dilaporkan ke wali kelas atau akademik.

      Hapus
  2. Alamsyah Nur RizkiFebruari 27, 2026

    Motor apa tuh pak? Cakep banget hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Motor orang pak, difoto waktu saya kerja di lapangan ๐Ÿ˜ kalo gak salah sih supra bapak yang karbu, dimodif habis 4 atau 6 jutaan gitu. Gak inget banget soalnya foto itu diambil di rentang tahun 2012-2014.

      Hapus

Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️

Traktir Kopi!