Seberapa Penting BPJS bagi Hidup Saya?

Ceritanya salah satu teman saya sakit tipes. Bisa dibilang sudah di tahap yang cukup parah lah ya. Orangnya pun sudah terbaring gak bisa ngapa2in.

Teman2 yang pernah ngerasain sakitnya tipes pasti tahu bagaimana rasanya.

Saya tanya tuh kenapa gak dirujuk/dibawa ke rumah sakit? Teman2 tahu apa jawaban papa dan mamanya? Gak punya BPJS.

Padahal kalau kita lihat kehidupan keluarganya, mewah banget. Rumahnya besar, halamannya luas, sering gonta ganti mobil, dan yang paling gong adalah tanahnya ada di mana2.

Kasarnya tuh "tuan tanah".

Oke kalau misalkan gak mau mendaftarkan anaknya ke BPJS karena "merasa mampu", dengan kata lain kalau sewaktu2 masuk RS bisa bayar sendiri tanpa bantuan BPJS. Begitu kan?

Pertanyaannya, kalau memang situ "merasa mampu" kenapa anaknya gak dirujuk juga ke rumah sakit? Takut kehabisan uang kah? Atau kurang sayang dan gak peduli sama anak?

Itu yang menjadi pertanyaan besar saya di kala itu. Tapi saya pendam di hati. Gak mau memperkeruh suasana. Toh teman saya ini pun legowo saja...

Seberapa Penting BPJS bagi Hidup Saya?


Jujur, BPJS penting banget bagi saya.

Contoh kasus saja ya. Pada tahun 2023 saya pernah diopname karena sakit batu ginjal. Tahun 2025 istri saya melahirkan dengan cara caesar. Keduanya ditanggung oleh BPJS tanpa ada biaya ini dan itu. Gratis, tis, tis...!

Kurang bersyukur apa lagi saya ๐Ÿ˜

Seberapa Penting BPJS bagi Hidup Saya?

O iya! Saat ini saya, istri, dan anak saya terdaftar di BPJS ketenagakerjaan karena saya sendiri bekerja di sebuah perusahaan.

Alhamdulillah masya allah tabarakallah, iurannya pun ditanggung oleh perusahaan, tempat di mana saya bekerja.

Fyi sebelumnya kami ada di kelas 2. Entah bagaimana ceritanya kepesertaan kami naik ke kelas 1. Alhamdulillah, masya allah tabarakallah ๐Ÿ˜

Pesan bagi Teman2 yang Non BPJS


Sejujurnya saya gak punya hak untuk mengatur teman2 apakah harus masuk ke program BPJS atau tidak.

Sekedar saran ๐Ÿ™ Gak ada salahnya untuk bergabung ke BPJS karena gak ada ruginya. Percaya sama saya!

"Terus apa dong namanya kalau bukan rugi? Kita bayar iuran tapi gak pernah masuk rumah sakit tuh!" Memang betul kesannya kayak rugi karena tiap bulannya kita diwajibkan bayar iuran tergantung kelasnya, sedangkan kita merasa sehat2 saja, gak perlu diopname di rumah sakit.

Pasti mikirnya bayar iuran tapi gak pernah bisa memanfaatkannya, gitu kan? Masalahnya bukan di poin itu! Ingat, poinnya adalah biaya rawat inap di rumah sakit itu mahal.

Saya pribadi lebih baik bayar iuran yang gak seberapa dibandingkan bayar jutaan dalam satu waktu. Rasanya tuh berat banget.

O iya! Dengan mengikuti program BPJS, bisa dikatakan kita sudah saling tolong menolong dengan sesama anggota BPJS lainnya.

Jika hari ini kita sakit dan harus dirawat inap, setidaknya biayanya ditanggung (dicover) oleh BPJS berkat iuran peserta BPJS lainnya. Begitu juga dengan teman2 lainnya yang dirawat inap, di mana kita turut membantunya.

Program BPJS ini seperti main julo2 atau arisan. Siapa yang kena, berarti dia sedang sakit ๐Ÿ˜
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

Posting Komentar untuk "Seberapa Penting BPJS bagi Hidup Saya?"

Traktir Kopi!