Apa Sih Suka dan Duka Ngekos di Luar Kota?

Sejauh ini ada beragam alasan mengapa seseorang memilih atau "terpaksa" ngekos di luar kota, di antaranya:

  • Dimutasi oleh kantor atau perusahaan
  • Suami yang ingin hidup mandiri dengan istrinya tanpa gangguan mertua suami/istri dan keluarga besar ๐Ÿ˜
  • Kuliah di luar kota
  • Kabur dari rumah karena dituntut membiayai hidup adik2 dan keluarganya, dengan kata lain: generasi sandwich ๐Ÿ˜
  • Ngekos biar lebih dekat dengan tempat di mana ia bekerja
  • Menjauh dari keluarganya yang toxic!

Di sisi lain ada juga kok yang ngekos hanya karena penasaran gimana rasanya ngekos sendirian; karena di pikirannya bisa bebas pulang jam berapa saja, dikasih jajan per bulannya oleh orang tuanya, atau memang merasa dituntut untuk bisa hidup sendiri.

Apa Sih Suka dan Duka Ngekos di Luar Kota?
Sumber gambar: pinterest.

O iya, saya sendiri ngekos karena tuntutan pekerjaan dan berpenghasilan. Alhamdulillah. Jadi gak ada masalah sama sekali dengan diri sendiri, keluarga, termasuk dengan orang lain. Murni karena pekerjaan, demi masa depan yang lebih baik ๐Ÿ˜

Melatih Fisik & Mental dengan Sempurna


Kalau ada apa2 dan biasanya dibantu sama keluarga, kali ini gak kayak dulu.

Di saat ngekos teman2 harus mengandalkan diri sendiri; contohnya seperti mengerjakan ini dan itu, mengambil keputusan, cara hemat uang, sakit lalu berobat sendiri, dll.

Ingat ya! Ngekos itu momentum terbaik untuk melatih fisik dan mental ๐Ÿ‘

Pintar dalam Mengatur Keuangan


Waktu awal2 ngekos dulu, manajemen keuangan saya kacau balau.

Saya gak tahu mana prioritas, mana yang bukan. Mau ini? Beli. Mau itu? Gas! Begitu masuk minggu keempat, sisa uang cuma Rp 100,000,- ๐Ÿ˜

Pelan tapi pasti, saya mulai terbiasa menahan diri untuk gak gegabah kalau mau sesuatu.

O iya, ini cara saya menghemat uang ketika ngekos dulu:

  • Bayar kos terlebih dahulu
  • Masak nasi sendiri
  • Beli lauk, jangan beli nasi bungkus
  • Pakai air galon isi ulang untuk minum sehari2
  • Pastikan beli dan pakai motor yang irit bensin
  • Kurangi ngopi di tempat2 kekinian, apalagi yang harga kopinya mahal. Kalau bisa seminggu sekali sudah cukup!
  • Jangan pacaran kalau modal terbatas, apalagi gak punya modal 

Pokoknya prioritas dulu, baru yang lain!

Yang paling penting, usahakan sisihkan sedikit uang untuk tabungan dan/atau dana darurat. Oke? ๐Ÿ‘

Konflik dengan Anak Kos Lain


Jujur bagian ini bagian yang paling enggak enak. Percaya gak percaya, konflik dengan teman kos bisa saja terjadi.

Penyebabnya ada 1 di antara bawah ini:

  • Pinjam sandal tapi gak izin, bahkan pernah gak dibalikin
  • Suka pinjam helm atau motor
  • Bising gak tahu waktu dan tempat
  • Pinjam uang tapi kalau ditagih galakan dia, diundur2 waktunya, bahkan gak dibayar
  • Risih karena teman sebelah kamar diam2 bawa pacarnya, karena risih lapor ke bapak/ibu kos, ujung2nya konflik
  • Makanan atau minuman di dalam kulkas bersama dicuri

Pokoknya ada aja sebabnya. Alhamdulillah selama saya ngekos saya gak pernah konflik dengan siapa pun, termasuk dengan bapak/ibu kost.

Bapak dan Ibu Kos yang Cerewet


Dari yang saya alami, bapak dan ibu kos saya kebanyakan ngomong. No, no, no... bukan cerewet seperti yang dialami kebanyakan orang.

Gak heran sih soalnya bapak/ibu kos saya sudah berumur (70 tahunan). Apalagi cuma tinggal berdua. Pasti butuh kawan ngobrol. Paling seru tuh kalau keduanya debat di depan saya. Bayangin kakek nenek debat tapi sama2 gak mau ngalah ๐Ÿ˜

O iya, saya juga pernah dipanggil untuk betulin pipa kran air yang macet. Padahal gak punya keahlian tukang hahaha...! Tapi berkat baca bismilllah, alhamdulillah saya bisa memperbaikinya. The miracle of bismillah.

Susah dan Bingung ketika Sakit


Pesan saya cuma dua (2).

Pertama, kalau sakit dan sakitnya masih bisa kita tangani, jangan minta tolong ke orang.

Kedua, persiapkan obat2an di kotak P3K. Contohnya kalau teman2 punya sakit asam lambung dan sering kambuh, maka sedini mungkin sediakan obatnya di kotak P3K.

Soalnya saya sendiri pernah punya momen yang menyedihkan.

Pernah lagi sakit dan minta tolong dibelikan obat sama teman, teman saya gak mau bantu. Padahal selama ini sering saya bantuin kalau ada apa2. Sedih pokoknya. Tapi ya sudah lah.

Dari sini saya belajar kalau bukan kita sendiri, siapa lagi? Ngadu ke orang rumah di kampung? Buat apa? Gak ada cara lain selain mengandalkan diri sendiri! (tidak berlaku kalau sudah sekarat ๐Ÿ˜)

Jadi itulah cerita pengalaman suka dan duka yang saya alami sewaktu ngekos di tahun 2019 yang lalu. Teman2 punya cerita serupa?
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

Posting Komentar untuk "Apa Sih Suka dan Duka Ngekos di Luar Kota?"

Traktir Kopi!