Penjual Harus Sedia Uang Kembalian, Titik! No Debat!
Sejak tahun 1986 sampai 2016 (tahun beliau meninggal), almarhum ayah saya sempat buka usaha toko kelontong.
Barang yang dijual terbilang sangat lengkap seperti sembako, bahan memasak, perlengkapan mandi (home care), makanan ringan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, obat2an, alat2 ATK, dan sedikit peralatan toko bangunan.
Alhamdulillah sedari kecil (sekolah dasar) sampai kuliah, saya sering banget bantu2 ayah jualan di toko kelontongnya.
Cara menghadapi pembeli, utang tak dibayar, hitung selisih modal dan untung, beli di sales atau grosir, nagih utang, dll sudah saya pelajari dan rasakan langsung dari bimbingan dan pengalaman ayah.
Salah satu yang saya pelajari adalah betapa pentingnya menyiapkan uang kembalian untuk pembeli.
Jangan anggap ini sepele ya! ๐ Jangan karena kita gak ada uang kembalian, lantas kita (penjual) memaksa pembeli untuk menghabiskan uangnya dengan menyuruhnya untuk membeli dagangan lainnya.
Yang lebih parahnya lagi apabila kita tidak jadi menjualnya karena kita (penjual) gak punya uang kembalian. Kalau ceritanya begini, saya yakin pembeli tsb pasti kesal dan kecewa banget.
Jadi mulai sekarang selalu siapkan uang kembalian di laci kasir! Tujuannya biar pembeli gak kecewa! Terus kalau dia bukan pelanggan tetap, bisa jadi dia akan menjadi pelanggan tetap di toko kita. Pokoknya jangan sampai mengecewakan pelanggan! Yang sudah langganan pun tetap berlangganan di toko kita.
Pertanyaannya di mana kita bisa mendapatkan uang pecahan seperti Rp 1,000,- (seribu rupiah); Rp 5,000,- (lima ribu rupiah); Rp 10,000,- (sepuluh ribu rupiah); dan Rp 20,000,- (dua puluh ribu rupiah) untuk digunakan sebagai uang kembalian?
Gampang! Cari saja di pom bensin (SPBU) mulai dari pukul 21:00 hingga 22:00. Sering kali pada rentang jam tsb uang pecahannya sudah banyak yang terkumpul. Mau tukar uang pecahan berjuta2 juga mereka ada ๐๐
Ingat! Di atas jam 22:00, uang pecahannya sudah gak ada karena sudah disetorkan ke petugas bagian keuangan.
O iya! Fakta nih! Petugas pom bensin senang banget kalau uang pecahannya ditukarkan ke uang Rp 50,000,- dan Rp 100,000,-
Yang paling sulit adalah mencari uang pecahan Rp 1,000,- (seribu rupiah).
Coba saja cari di toko2 grosir. Pasti ada! Sering kali sudah dimasukkan ke dalam plastik dengan jumlah Rp 100,000,- per plastik. Tinggal ditukar saja! ๐
Jadi itulah salah satu cerita pengalaman saya ketika berjualan dengan almarhum ayah. Semoga terbantu.
Barang yang dijual terbilang sangat lengkap seperti sembako, bahan memasak, perlengkapan mandi (home care), makanan ringan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, obat2an, alat2 ATK, dan sedikit peralatan toko bangunan.
Alhamdulillah sedari kecil (sekolah dasar) sampai kuliah, saya sering banget bantu2 ayah jualan di toko kelontongnya.
Cara menghadapi pembeli, utang tak dibayar, hitung selisih modal dan untung, beli di sales atau grosir, nagih utang, dll sudah saya pelajari dan rasakan langsung dari bimbingan dan pengalaman ayah.
Insya Allah sedikit banyaknya ilmu dan cara berdagang, sudah saya kuasai.
Salah satu yang saya pelajari adalah betapa pentingnya menyiapkan uang kembalian untuk pembeli.
Jangan anggap ini sepele ya! ๐ Jangan karena kita gak ada uang kembalian, lantas kita (penjual) memaksa pembeli untuk menghabiskan uangnya dengan menyuruhnya untuk membeli dagangan lainnya.
Yang lebih parahnya lagi apabila kita tidak jadi menjualnya karena kita (penjual) gak punya uang kembalian. Kalau ceritanya begini, saya yakin pembeli tsb pasti kesal dan kecewa banget.
Jadi mulai sekarang selalu siapkan uang kembalian di laci kasir! Tujuannya biar pembeli gak kecewa! Terus kalau dia bukan pelanggan tetap, bisa jadi dia akan menjadi pelanggan tetap di toko kita. Pokoknya jangan sampai mengecewakan pelanggan! Yang sudah langganan pun tetap berlangganan di toko kita.
Gak mau berpaling ke lain hati! ๐
Pertanyaannya di mana kita bisa mendapatkan uang pecahan seperti Rp 1,000,- (seribu rupiah); Rp 5,000,- (lima ribu rupiah); Rp 10,000,- (sepuluh ribu rupiah); dan Rp 20,000,- (dua puluh ribu rupiah) untuk digunakan sebagai uang kembalian?
Gampang! Cari saja di pom bensin (SPBU) mulai dari pukul 21:00 hingga 22:00. Sering kali pada rentang jam tsb uang pecahannya sudah banyak yang terkumpul. Mau tukar uang pecahan berjuta2 juga mereka ada ๐๐
Ingat! Di atas jam 22:00, uang pecahannya sudah gak ada karena sudah disetorkan ke petugas bagian keuangan.
O iya! Fakta nih! Petugas pom bensin senang banget kalau uang pecahannya ditukarkan ke uang Rp 50,000,- dan Rp 100,000,-
Biar gampang dihitung sekaligus menghemat waktu.
Yang paling sulit adalah mencari uang pecahan Rp 1,000,- (seribu rupiah).
Coba saja cari di toko2 grosir. Pasti ada! Sering kali sudah dimasukkan ke dalam plastik dengan jumlah Rp 100,000,- per plastik. Tinggal ditukar saja! ๐
Jadi itulah salah satu cerita pengalaman saya ketika berjualan dengan almarhum ayah. Semoga terbantu.


Posting Komentar untuk "Penjual Harus Sedia Uang Kembalian, Titik! No Debat!"
Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️