Banyak Warung Tutup karena Ramai yang Utang Rokok

Kira2 ini fakta atau mitos? Warung, kios, kedai, atau bisnis usaha UMKM bisa bangkrut (gulung tikar) karena banyaknya pembeli yang utang rokok.

Banyak Warung Tutup karena Ramai yang Utang Rokok

Pada faktanya modal buat beli rokok memakan biaya yang sangat besar, sedangkan keuntungannya sangat kecil.

Saya yakin banyak yang gak percaya ๐Ÿ˜ keuntungan 1 bungkus rokok yang dijual hanya Rp 1,500,- Syukur2 bisa dapat Rp 2,000,- per bungkusnya. Kalau jualnya eceran (batangan), untungnya bisa sedikit lebih banyak.

Jika dihitung dan diperkirakan, sudah seharusnya perputaran jual beli rokok harus cepat. Habis? Stok lagi. Habis? Stok lagi. Begitu terus! Modalnya gak boleh tersendat hanya karena ada yang utang rokok.

Masalahnya gak sedikit tetangga atau saudara yang minta utang rokok di warung kita. Gak dikasih, ngomel2. Janjinya besok dibayar. Tapi begitu ditagih malah galakan dia! Edan mase!

Bagi para pedagang, mau jualan apa pun itu, usahakan jangan ada celah apapun bagi yang ingin BERUTANG.

Ingat loh ini! Ini bukan soal pelit. Tapi soal dapur yang harus ngebul setiap harinya untuk keluarga di rumah.
Arief Ghozaly
Arief Ghozaly Main blog sejak 2015. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 2012. Suka kopi, menulis, dan membaca.

Posting Komentar untuk "Banyak Warung Tutup karena Ramai yang Utang Rokok"

Traktir Kopi!