Cara Mengembalikan Uang Kembalian ke Pembeli (Rahasia Dagang)
Salah satu pengalaman berharga yang nggak bisa saya lupakan adalah bagaimana caranya kita sebagai penjual - mengembalikan uang kembalian ke pembeli.
Yang sering kita temui, setelah orang tsb selesai berbelanja, penjualnya langsung ngasih uang kembalian tanpa dihitung lagi di depan orang tsb.
Jadi bagaimana cara yang benarnya?
Ceritanya orang tsb menghabiskan uang belanjaannya sebesar Rp 32 ribu. Terus uang yang diberikan Rp 100 ribu. Artinya kita harus mengembalikan uangnya sebesar Rp 68 ribu. Iya kan?
Oke, berikut rincian uang kembaliannya:
Pada langkah pertama, katakan pada pembeli tsb: "uang kembaliannya 68 ribu ya ka!"
Selanjutnya taruh uang tsb di hadapannya dengan cara satu per satu sambil ucapkan nominal dan jumlahnya.
"lima puluh, enam puluh, enam puluh lima, enam puluh tujuh, enam puluh delapan ribu ya ka! uang kembaliannya 68 ribu."
Oke! Coba pikir, sederhana banget kan?
Saya yakin banyak teman2 yang bertanya kenapa kita perlu melakukan ini. Tujuannya biar orang tsb gak bisa mengelabui atau menipu kita.
Bisa saja sewaktu2 dia balik lagi terus ngaku2 kalau uang kembaliannya nggak cukup! Tapi karena kita melakukan teknik di atas, orang tsb gak bisa mengelabui/menipu kita. Jadi ini tujuannya! ๐
Coba bayangkan pas ngasih uang kembaliannya bulat2 tanpa dihitung satu per satu, terus dia balik lagi dan ngaku2 kalau uang kembaliannya GAK CUKUP ๐ถ Karena kita pun ragu, mau gak mau "terpaksa" ditipu/dikelabui. Akhirnya usaha kita rugi, mau gak mau pun harus nombok sekian rupiah.
Astaghfirullah. Jangan sampai rugi loh ya!
Ramai teman2 saya yang gak tahu kalau dulunya saya pernah berjualan. Tepatnya bantu2 usaha toko kelontong almarhum ayah. Dari sinilah saya belajar cara berdagang ๐
Sepeninggalan ayah, omsetnya turun drastis. Akhirnya gulung tikar pada tahun 2019. Saya gak tahu apa alasannya.
Tapi yang jelas, persaingannya sudah banyak banget. Di sebelah toko kelontong ayah saja sudah ada beberapa warung serupa meski gak selengkap dan semurah toko kelontong ayah.
Mungkin memang masanya sudah berakhir ๐ alfatihah ayahku tercinta.
Yang sering kita temui, setelah orang tsb selesai berbelanja, penjualnya langsung ngasih uang kembalian tanpa dihitung lagi di depan orang tsb.
Jujur itu keliru sekali ๐
Jadi bagaimana cara yang benarnya?
![]() |
| (c) unsplash.com |
Cara Mengembalikan Uang Kembalian ke Pembeli (Rahasia Dagang)
Ceritanya orang tsb menghabiskan uang belanjaannya sebesar Rp 32 ribu. Terus uang yang diberikan Rp 100 ribu. Artinya kita harus mengembalikan uangnya sebesar Rp 68 ribu. Iya kan?
Oke, berikut rincian uang kembaliannya:
- Rp 50,000,- (1 lembar)
- Rp 10,000,- (1 lembar)
- Rp 5,000,- (1 lembar)
- Rp 2,000,- (1 lembar)
- Rp 1,000,- (1 lembar)
Pada langkah pertama, katakan pada pembeli tsb: "uang kembaliannya 68 ribu ya ka!"
Selanjutnya taruh uang tsb di hadapannya dengan cara satu per satu sambil ucapkan nominal dan jumlahnya.
"lima puluh, enam puluh, enam puluh lima, enam puluh tujuh, enam puluh delapan ribu ya ka! uang kembaliannya 68 ribu."
Oke! Coba pikir, sederhana banget kan?
Saya yakin banyak teman2 yang bertanya kenapa kita perlu melakukan ini. Tujuannya biar orang tsb gak bisa mengelabui atau menipu kita.
Bisa saja sewaktu2 dia balik lagi terus ngaku2 kalau uang kembaliannya nggak cukup! Tapi karena kita melakukan teknik di atas, orang tsb gak bisa mengelabui/menipu kita. Jadi ini tujuannya! ๐
Coba bayangkan pas ngasih uang kembaliannya bulat2 tanpa dihitung satu per satu, terus dia balik lagi dan ngaku2 kalau uang kembaliannya GAK CUKUP ๐ถ Karena kita pun ragu, mau gak mau "terpaksa" ditipu/dikelabui. Akhirnya usaha kita rugi, mau gak mau pun harus nombok sekian rupiah.
Astaghfirullah. Jangan sampai rugi loh ya!
Saya Pernah Dagang di Toko Kelontong
Ramai teman2 saya yang gak tahu kalau dulunya saya pernah berjualan. Tepatnya bantu2 usaha toko kelontong almarhum ayah. Dari sinilah saya belajar cara berdagang ๐
O iya! Toko kelontong tsb dibangun dari tahun 1986 sampai 2016 (ayah meninggal).
Sepeninggalan ayah, omsetnya turun drastis. Akhirnya gulung tikar pada tahun 2019. Saya gak tahu apa alasannya.
Tapi yang jelas, persaingannya sudah banyak banget. Di sebelah toko kelontong ayah saja sudah ada beberapa warung serupa meski gak selengkap dan semurah toko kelontong ayah.
Mungkin memang masanya sudah berakhir ๐ alfatihah ayahku tercinta.
.png)

Posting Komentar untuk "Cara Mengembalikan Uang Kembalian ke Pembeli (Rahasia Dagang)"
Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️