Pengalaman Pakai Xiaomi Poco X3 Pro 8/256 GB - Mati Total (Matot)
Pada september 2021, tepatnya pada saat ulang tahun yang ke 29, saya menghadiahi diri saya sendiri dengan membeli hp Xiaomi keluaran terbaru yakni Poco X3 Pro 8/256 GB.
Harganya Rp 3,9 juta. Sang "flagship killer" di tahun 2021 ๐ช
Ceritanya sepupu saya bekerja sebagai promotor hp di sebuah toko ponsel. Saya tanya ada unitnya? Ada. Berapa? Rp 4,2 juta.
Begitu tahu harganya jujur agak syok karena harga resminya aja di angka Rp 3,9 juta. Coba bayangkan, selisihnya tembus Rp 300 ribuan! Selisih sebanyak itu bisa banget buat jajan yang enak2.
Saya dan sepupu pun coba nego dengan pemilik toko. Mana tahu kan harganya bisa jauh lebih murah dari Rp 3,9 juta ๐ Setelah nego alot, kami pun sepakat di harga resminya. Alhamdulillah.
O iya, meski harganya sudah diturunkan dari Rp 4,2 juta menjadi Rp 3,9 juta (resmi), pemilik toko tetap dapat untung juga kok.
Sampai artikel ini diposting, berarti saya sudah menggunakan hp ini hampir 5 tahun lamanya.
Ada masalah gak sih selama dipakai? Ada, mati total (matot) begitu masuk 3 tahun pemakaian. Tepatnya pada tanggal 1 agustus 2024. Saya perbaiki di Planet Cell dekat rumah dengan biaya Rp 700 ribu. Ya Allah!
Jujur ya! Kasus mati total (matot) ini merupakan hal yang paling saya takuti dari dulu. Soalnya banyak kejadiannya di grup2 facebook, dan waktu itu hp saya belum kena. Makanya agak was2.
Alasan kenapa saya beli Poco X3 Pro karena chipset yang digunakan adalah snapdragon 860 (fabrikasi 7nm).
Teman2 harus tahu. Dari dulu saya kepengen banget beli/punya hp yang menggunakan chipset snapdragon tapi gak sanggup belinya ๐ karena rata2 chipset snapdragon hanya terpasang di hp2 mahal.
Selain itu, fitur lain yang saya sukai dari hp ini yakni:
O iya! Yang membuat saya yakin untuk beli hp ini karena Poco X3 Pro merupakan hp terkencang No. 1 di bawah harga Rp 4 jutaan (kala itu). Siapa bilang? Tentu, om Dedy Irvan dari Jagat Review (JR).
Seingatnya ada beberapa game berat yang saya mainkan yakni PUBG, Genshin Impact, Undawn, Black Desert Mobile, EA FC, e-Football, Call of Duty, dan Asphalt 9.
Alhamdulillah semuanya berjalan mulus tanpa masalah. Ngelag? Ada kok, pernah! Tapi itu disebabkan oleh koneksi internet yang lemot ๐
Siapa bilang hp ini punya kualitas foto dan video yang jelek? Tidak.
Selama ini hasilnya bagus2 aja kok! Tapi jangan dibandingkan dengan iPhone 17 Pro Max ya. Gak apple to apple dong ๐
Yang menariknya lagi ialah kamera hp ini sudah dibekali dengan fitur EIS pada 1080p 30/60fps untuk perekaman video.
O iya, sensor utamanya Sony IMX582.
Setidaknya ada 2 kelemahan dari Poco X3 Pro.
Pertama, ponsel bergetar saat memutar musik dengan volume tinggi. Kedua, ponsel ini rawan mati total (matot).
Persoalan body Poco X3 Pro bergetar ini gak masalah buat saya. Apalagi ini hal yang normal mengingat Poco X3 Pro punya resonansi speaker ganda.
Yang bikin saya gak habis pikir adalah mati total (matot).
Kalau dipakai lebih dari 5 tahun, mungkin wajar mati total. Tapi kalau pemakaiannya masih di bawah 5 tahun terus kasusnya ada banyak banget, itu yang bikin geleng2 kepala.
Teman2 bisa searching sendiri di grup facebook karena kasus dan faktanya banyak banget di sana.
Suatu hari ketika lagi di kantor, tepatnya pada tanggal 24 mei 2024, Poco X3 Pro saya nampaknya akan padam total. Bermula dari layar Poco X3 Pro yang tiba2 berwarna putih agak kebiruan dan ada suara "beep" yang panjang tanpa henti.
Karena gak kunjung normal terus takut kenapa2 nih hp, akhirnya saya matikan secara paksa. Terus saya hidupkan ulang (restart). Alhamdulillahnya hidup lagi kayak biasanya.
Di sini lah awal mulanya.
Seminggu kemudian, tiba2 Poco X3 Pro saya padam total. Saya coba hidupkan, gak hidup. Saya pancing dengan charger pun gak mau hidup juga.
Akhirnya saya bawa ke teknisi servis hp. Saya lupa divonis apa. Pokoknya dikenakan biaya perbaikan sebesar Rp 700,000,-
Dari yang saya baca2 di grup facebook, sebenarnya bisa dibawa ke service center Xiaomi tapi biayanya gak kira2 yakni Rp 1,5 juta. Mau tahu gak kenapa bisa semahal itu? Alasannya karena Xiaomi gak melayani perbaikan, melainkan langsung ganti mesin.
Mungkin kalau ada rejeki lebih, saya mau ganti hp saja. Soalnya takut dan trauma kalau padam lagi untuk yang kedua kalinya. Doain ya teman2 ๐
Harganya Rp 3,9 juta. Sang "flagship killer" di tahun 2021 ๐ช
Awal Mula Beli POCO X3 PRO
Ceritanya sepupu saya bekerja sebagai promotor hp di sebuah toko ponsel. Saya tanya ada unitnya? Ada. Berapa? Rp 4,2 juta.
Begitu tahu harganya jujur agak syok karena harga resminya aja di angka Rp 3,9 juta. Coba bayangkan, selisihnya tembus Rp 300 ribuan! Selisih sebanyak itu bisa banget buat jajan yang enak2.
Saya dan sepupu pun coba nego dengan pemilik toko. Mana tahu kan harganya bisa jauh lebih murah dari Rp 3,9 juta ๐ Setelah nego alot, kami pun sepakat di harga resminya. Alhamdulillah.
O iya, meski harganya sudah diturunkan dari Rp 4,2 juta menjadi Rp 3,9 juta (resmi), pemilik toko tetap dapat untung juga kok.
Sampai artikel ini diposting, berarti saya sudah menggunakan hp ini hampir 5 tahun lamanya.
Ada masalah gak sih selama dipakai? Ada, mati total (matot) begitu masuk 3 tahun pemakaian. Tepatnya pada tanggal 1 agustus 2024. Saya perbaiki di Planet Cell dekat rumah dengan biaya Rp 700 ribu. Ya Allah!
Jujur ya! Kasus mati total (matot) ini merupakan hal yang paling saya takuti dari dulu. Soalnya banyak kejadiannya di grup2 facebook, dan waktu itu hp saya belum kena. Makanya agak was2.
Sekarang pun masih takut kalau tiba2 matot lagi untuk yang kedua kalinya...!
Kenapa Saya Beli POCO X3 Pro?
Alasan kenapa saya beli Poco X3 Pro karena chipset yang digunakan adalah snapdragon 860 (fabrikasi 7nm).
Teman2 harus tahu. Dari dulu saya kepengen banget beli/punya hp yang menggunakan chipset snapdragon tapi gak sanggup belinya ๐ karena rata2 chipset snapdragon hanya terpasang di hp2 mahal.
Selain itu, fitur lain yang saya sukai dari hp ini yakni:
- Layar sudah 120hz refresh rate
- Kapasitas baterai yang besar yakni 5160mah
- Speaker stereo! ๐
- Pengecesan baterai yang sangat cepat
- Punya build quality yang kokoh dan ikonik
- Adanya fingerprint di tombol power!
O iya! Yang membuat saya yakin untuk beli hp ini karena Poco X3 Pro merupakan hp terkencang No. 1 di bawah harga Rp 4 jutaan (kala itu). Siapa bilang? Tentu, om Dedy Irvan dari Jagat Review (JR).
Pengalaman Main Game di Poco X3 Pro
Seingatnya ada beberapa game berat yang saya mainkan yakni PUBG, Genshin Impact, Undawn, Black Desert Mobile, EA FC, e-Football, Call of Duty, dan Asphalt 9.
Alhamdulillah semuanya berjalan mulus tanpa masalah. Ngelag? Ada kok, pernah! Tapi itu disebabkan oleh koneksi internet yang lemot ๐
Punya Kualitas Foto & Video yang Oke
Siapa bilang hp ini punya kualitas foto dan video yang jelek? Tidak.
Selama ini hasilnya bagus2 aja kok! Tapi jangan dibandingkan dengan iPhone 17 Pro Max ya. Gak apple to apple dong ๐
Yang menariknya lagi ialah kamera hp ini sudah dibekali dengan fitur EIS pada 1080p 30/60fps untuk perekaman video.
O iya, sensor utamanya Sony IMX582.
Kekurangan Xiaomi Poco X3 Pro
Setidaknya ada 2 kelemahan dari Poco X3 Pro.
Pertama, ponsel bergetar saat memutar musik dengan volume tinggi. Kedua, ponsel ini rawan mati total (matot).
Persoalan body Poco X3 Pro bergetar ini gak masalah buat saya. Apalagi ini hal yang normal mengingat Poco X3 Pro punya resonansi speaker ganda.
Yang bikin saya gak habis pikir adalah mati total (matot).
Kalau dipakai lebih dari 5 tahun, mungkin wajar mati total. Tapi kalau pemakaiannya masih di bawah 5 tahun terus kasusnya ada banyak banget, itu yang bikin geleng2 kepala.
Teman2 bisa searching sendiri di grup facebook karena kasus dan faktanya banyak banget di sana.
Momen Poco X3 Pro Saya Mati Total (MATOT)
Suatu hari ketika lagi di kantor, tepatnya pada tanggal 24 mei 2024, Poco X3 Pro saya nampaknya akan padam total. Bermula dari layar Poco X3 Pro yang tiba2 berwarna putih agak kebiruan dan ada suara "beep" yang panjang tanpa henti.
Karena gak kunjung normal terus takut kenapa2 nih hp, akhirnya saya matikan secara paksa. Terus saya hidupkan ulang (restart). Alhamdulillahnya hidup lagi kayak biasanya.
Di sini lah awal mulanya.
Seminggu kemudian, tiba2 Poco X3 Pro saya padam total. Saya coba hidupkan, gak hidup. Saya pancing dengan charger pun gak mau hidup juga.
Akhirnya saya bawa ke teknisi servis hp. Saya lupa divonis apa. Pokoknya dikenakan biaya perbaikan sebesar Rp 700,000,-
Mahal banget ya Allah!
Dari yang saya baca2 di grup facebook, sebenarnya bisa dibawa ke service center Xiaomi tapi biayanya gak kira2 yakni Rp 1,5 juta. Mau tahu gak kenapa bisa semahal itu? Alasannya karena Xiaomi gak melayani perbaikan, melainkan langsung ganti mesin.
Alhamdulillah setelah padam total terus diperbaiki, sekarang hp ini masih saya pakai.
Mungkin kalau ada rejeki lebih, saya mau ganti hp saja. Soalnya takut dan trauma kalau padam lagi untuk yang kedua kalinya. Doain ya teman2 ๐



Posting Komentar untuk "Pengalaman Pakai Xiaomi Poco X3 Pro 8/256 GB - Mati Total (Matot)"
Silakan tinggalkan komentar teman2 di bawah ini dengan cara login Akun Google, Anonim, atau Nama (URL) ✍️