Kearab2an? Iya. Alasannya karena saya keturunan arab. Tentu, sekaligus sebagai dorongan dan motivasi agar saya dan istri semakin semangat dalam beribadah.
Karena menurut pikiran pendek saya, panggilan abi dan umi merupakan panggilan bagi kedua orang tua yang selalu melaksanakan shalat 5 waktu ๐
Dari umur 0 hari sampai 7 bulan, kami memanggil diri kami sebagai abi dan umi. Gak pernah berubah.
"Nak, abi pulang nak!" begitu ucapan istri semisal saya baru pulang kerja. Begitu pun kalau ngobrol bertiga bareng anak, "umi gendong adek bentar mi... abi mau kerjain sesuatu."
Dan, kejadian lucu itu pun terjadi.
Seingatnya kejadian tsb terjadi ketika Omar berumur 7 bulan. Siang hari. Rewel. Ngantuk minta dikelon. Sembari nangis: "mama, mama..."
Jujur saya dan istri kaget, saling tatap2an. Dengan keyakinan 100% saya katakan pada istri: "mulai hari ini panggilan kita papa mama, gak lagi abi dan umi."
Istri pun langsung sepakat meski awalnya terheran2 ๐
Pada hari itu juga, kami infokan ke seluruh keluarga kalau panggilan kami sudah berubah menjadi papa dan mama. Gak lagi abi dan umi. Gak lupa, kami ceritakan juga kronologinya yang mengundang tawa ๐
Hingga pada akhirnya saya sadar.
Kalau dipikir2, panggilan abi dan umi kayaknya berat banget. Selain "harus" salat 5 waktu, juga gak boleh melakukan dosa sedikit pun, sekecil apa pun.
Murni orang yang bertaqwa 100% semata2 karena Allah. Ibarat orang yang sudah di level tasawuf.
Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Omar sudah tahu mana papa dan mamanya. "Papa pulang, papa pulang!" lirikannya langsung ke pintu rumah.
Sungguh, salah satu momen terindah di dalam hidup saya. #MasyaAllahTabarakallah



Posting Komentar